KABARFRESH.COM – Kalender Hijriyah berawal dari peristiwa hijrah. Hijrah secara bahasa Arab artinya pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Hijrah yang dimaksud di sini adalah perpindahan Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah, terjadi pada tahun 622 M.
Kalender Hijriyah merupakan kalender berbasis bulan, perhitungan setiap awal bulannya ditentukan berdasarkan pengamatan bulan sabit baru (hilal).
Jumlah dalam kalender Hijriyah ada 12 bulan dalam setahun, yaitu (1) Muharam, (2) Safar, (3) Rabiul Awal, (4) Rabiul Akhir, (5) Jumadil Awal, (6) Jumadil Akhir, (7) Rajab, (8) Sya’ban, (9) Ramadhan, (10) Syawal, (11) Zulqa’dah, dan (12) Zulhijjah. Keterangan ini berdasarkan firman Allah SWT:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٟتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At-Taubah: 36)
Durasi tahun pada kalender Hijriyah ini lebih pendek dibandingkan kalender Masehi. Karena itu sering terjadi pergeseran tanggal pada setiap tahunnya.
Bulan Muharram termasuk dalam bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT (Asyhurul Hurum). Bulan Muharram disebut juga bulan Allah (Syahrullah), karena pada bulan ini terdapat amalan-amalan Sunnah yang dianjurkan untuk melaksanakannya.
Ada sekitar 12 amalan di bulan Muharram yang telah diklasifikasikan oleh para ulama. Sebagian ulama seperti Syekh Abdul Hamid memasukkannya dalam sebuah nadzom untuk mempermudah ingatan, sebagaimana termuat dalam kitab Kanzun al-Naja wa al-Surur fi Ad’iyyati Tasrah al-Shudur.
فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Ada 10 (sepuluh) amalan di dalam bulan ‘Asyura, ditambah lagi 2 (dua) amalan, semua memiliki keutamaan: Puasalah, shalatlah, sambung tali silaturrahim, ziarahilah orang alim, jenguklah orang yang sakit dan pakailah celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekahlah, dan mandilah, luaskan nafkah keluarga, potonglah kuku-kuku, dan bacalah surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah di bulan Muharram, karena ia adalah bulan pembuka tahun baru Islam. Seyogianya tahun baru Hijriyah sebagai tahun baru Islam dibuka dengan puasa sebagai amalan sunnah utama, dan dihiasi dengan amalan-amalan sunnah yang lain.
Akan lebih baik lagi, pelaksanaan amal shalih tidak hanya terhenti pada bulan Muharram, melainkan seterusnya di bulan-bulan yang lain. Wallahu A’lam.














