Mahasiswa KPM UI BBC Desa Bodelor Sukses Ubah Kotoran Kambing Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi

Foto: Mahasiswa KPM UI Bunga Bangsa Cirebon bersama DPL dan Kepala Desa Bodelor, Plumbon, Cirebon.

KABARFRESH.COM – Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) selalu memberikan semangat dan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Bodelor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Kali ini mahasiswa KPM Desa Bodelor membuat program kerja dan kegiatan kemasyarakatan, yaitu pemanfaatan kotoran hewan (kohe) kambing untuk diolah dan dijadikan pupuk tanaman yang memiliki nilai ekonomi di RT. 14 RW. 04.

Ketua KPM Desa Bodelor, Ibnu Hajar mengatakan, berdasarkan pelaksanaan survei oleh mahasiswa KPM, Desa Bodelor dinilai memiliki potensi di bidang peternakan yang bisa menjanjikan.

“Berdasarkan hasil survei, Desa Bodelor memiliki beberapa potensi salah satunya di bidang peternakan. Kotoran hewan domba yang berpotensi menjanjikan, belum dimanfaatkan secara baik, dan dibiarkan menumpuk begitu saja.” katanya.

Menurut Ibnu dan mahasiswa KPM lainnya, peluang ini dapat dimanfaatkan menjadi peluang bisnis tambahan yang menghasilkan income bagi masyarakat setempat, terutama bagi peternak. Hal ini membuat mahasiswa KPM tergerak untuk mengadakan workshop.

Untuk mengetahui lebih dalam, salah satu mahasiswa KPM, Irfan Nurochman beserta rekan-rekan kelompoknya melakukan observasi dengan mengunjungi peternakan Domba Berkah Unggul Farm yang dikelola Bumdes Aswaja Bodelor.

Irfan takjub saat melihat design kandang yang tertata rapih. Dari situ, ia memiliki ide untuk mengadakan edukasi terkait potensi Desa Bodelor dalam pengelolaan limbah kohe.

Pada pelaksanaan workshop, Irfan didampingi kepala Desa Bodelor, H. Rofi’i, ketua Bumdes, H. Sanusi, Kadus Abrori, DPL KPM, Ratna Purwati, M.Pd. Irfan menjelaskan tentang langkah dan cara pembuatan pupuk dari limbah kotoran kambing yang cukup mudah dan sederhana.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa bahan yang diperlukan adalah kotoran kambing, EM4 pertanian, gula, dan air. Ia juga mempraktekkan pengolahan secara langsung. Setelah itu perlu dilakukan fermentasi selama satu minggu agar kohe bisa digunakan untuk pupuk tanaman.

Langkah yang ditempuh Irfan pun menuai sorotan Bumdes Aswaja Bodelor sebagai peluang dan harapan tambahan penghasilan. Karena pendapatan Bumdes ke depan tidak hanya dari breeding, faitening, dan traiding. Tetapi juga dari hasil limbah kohe yang dimanfaatkan dan diolah secara maksimal.

Manfaat dari workshop dan edukasi ini, para peternak atau masyarakat setempat dapat mengolah limbah kotoran kambing menjadi sesuatu yang bernilai manfaat atau memiliki nilai ekonomi, selain dari hasil penjualan kambing itu sendiri.***

Writer: Fadhol Editor: Fadhol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *