KABARFRESH.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Cirebon Bersinergi dalam penanganan sampah melalui pembagian tempat sampah dan sosialisasi pengendalian lingkungan, di Kantor PCNU Kabupaten Cirebon. Kamis (17/9/2026).
Acara RMI Sinergi dihadiri oleh Rois Syuriah dan Khatib Syuriah beserta Ketua Tanfidziah dan Sektretaris PCNU Kabupaten Cirebon, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perencanaan Pembangunan Daerah, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), Kasi PD Pontren Kemenag, Jajaran Pengurus RMINU dan Perwakilan Pimpinan Pondok Pesantren, Masjid dan Mushola Penerima bantuan di Kabupaten Cirebon.

Ketua RMINU Kabupaten Cirebon, KH. Ahmad Marzuki, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada ketua DPRD Kabupaten Cirebon atas kepeduliannya terhadap lingkungan hidup melalui bantuan tempat sampah untuk pondok pesantren, masjid, dan mushala.
Ia juga berharap kepada Dinas-Dinas Pemerintahan, terutama Kemenag Kabupaten Cirebon, agar organisasi pondok pesantren cukup diwadahi oleh RMINU.
“Banyak sekali organisasi pesantren di Kabupaten Cirebon, kalau bisa cukup RMI saja, tidak usah ada yang lain,” tuturnya”.
Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaeroji dalam sambutannya menyampaikan, pemberian tempat sampah ini sebagai salah satu bentuk instrumen, Inisiatif dan mengandung substansi bahwa upaya penanggulangan sampah tidak terhenti hanya pada tong sampah, melainkan bagaimana sampah-sampah tersebut dilakukan tindak lanjut.
Menurutnya, sinergi dalam upaya pengendalian lingkungan dengan PCNU struktural sangat strategis dari pada non struktural, karena lebih sistematis dan terorganisir.
Pondok pesantren, masjid, dan mushala menjadi cakrawala dalam menyelesaikan permasalahan sampah, bukan sekedar itu, tetapi juga dalam aspek sosial dan ekonomi,” tutur Kyai Azis.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, SH. MH. menegaskan, bahwa isu lingkungan masih menjadi permasalahan besar, perlu ada perbaikan sistem dan harus ada sinergitas dari semua stakeholder dan juga masyarakat.
Ia juga menjelaskan, bahwa perhatian DPRD Kabupaten Cirebon tidak hanya pada soal penanganan sampah, tetapi juga penanganan banjir, infrastruktur dan kesehatan. Sasaran utamanya adalah keselamatan warga.
“DPRD hadir di tengah masyarakat menyelesaikan isu-isu lingkungan hidup di kabupaten Cirebon demi keselamatan warga,” tutur Sophi.
Pada kesempatan itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, diwakili Ujang Uci Sanusi, memberikan tempat sampah secara simbolis kepada salah satu pengasuh pondok pesantren penerima bantuan.
Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Wawan Arwani Amin, sebelum menutup do’a, menyampaikan argumennya bahwa Islam adalah ajaran yang bersih dan mengajarkan kebersihan, tetapi banyak ironi, sampah numpuk di mana-mana dan bahkan belum sampai pada penanganan yang maksimal.
Masyarakat Cirebon mayoritas adalah muslim, dan mayoritas berafiliasi Nahdlatul Ulama. Karena itu jika jajaran pemerintah bekerja sama dengan NU, maka untuk koordinasi dan pelaksanaannya tentu sangat mudah,” imbuh Kyai Wawan.
Selanjutnya, Master of Ceremony, Iin Syamsul Arifin menutup acara RMI Sinergi dan mengakhirinya dengan sesi photo bersama.***
























