KABARFRESH.COM (CIREBON) – Upaya mendorong literasi digital dan kemandirian teknologi di pedesaan, KPM Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) bekerja sama dengan Universitas Jendral Achmad Yani (UNJANI) gelar Seminar Nasional bertajuk “Pengenalan Internet of Things (IoT)” di Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (8/8/2026).

Seminar yang menghadirkan Pemateri Dosen Unjani, Nivika Tiffany Somantri, ST., MT. dan Keynot Speaker Assoc. Prof. Dr. H. Ahmad Munajim, MM. CHRM. DPL KPM Desa Karangwangi UI BBC mengangkat tema besar “Internet Ramah Lingkungan” dengan fokus pada penerapan praktis di masyarakat. Bentuknya adalah penggunaan alat monitoring turbin sederhana berbasis IoT yang dapat dioperasikan langsung oleh warga setempat.
Perlu diketahui, Internet of Things adalah sebuah konsep di mana benda-benda fisik di sekitar kita terhubung ke Internet dan bisa saling berkomunikasi, mengirim, atau menerima data. Keunggulan utama IoT adalah benda-benda bisa bekerja secara real – time dan otomatis tanpa kita harus berada di dekatnya.
IoT merupakan teknologi sederhana, namum memiliki dampak yang besar.

Ketua panitia pelaksana, Nurul Azizah pada seminar itu menyampaikan, rangkaian acara seminar dimulai dengan pemaparan materi dasar-dasar pemanfaatan IoT. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami warga awam.
Setelah sesi teori, peserta langsung mengikuti demonstrasi. Mulai dari cara memantau indikator kerja turbin, hingga membaca data hasil sensor yang langsung terhubung ke ponsel.
“Antusiasme warga terlihat saat mencoba sendiri sistem monitoring tersebut. Mereka belajar bagaimana data bisa diakses kapan saja untuk memastikan turbin bekerja optimal,” ujar Azizah.
Ia juga menjelaskan, melalui program ini, masyarakat diajak memahami bagaimana teknologi sensor modern bisa dipadukan dengan perangkat mekanis sederhana.
Dengan sistem monitoring berbasis IoT pada turbin, warga kini bisa memantau kinerja dan pemanfaatan energi secara real–time melalui perangkat seluler. Warga tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan manual terus-menerus ke lokasi turbin.
Menurutnya, inisiatif ini menjadi langkah awal yang krusial untuk mengoptimalkan potensi lokal berbasis teknologi ramah lingkungan.

Panitia acara berharap, melalui edukasi dan pelatihan langsung ini, masyarakat Desa Karangwangi tidak hanya menjadi konsumen teknologi.
Target jangka panjangnya adalah warga mampu mengelola serta merawat infrastruktur berbasis IoT di masa mendatang secara mandiri. Dengan begitu, potensi energi lokal bisa dimanfaatkan lebih efisien dan berkelanjutan.
Seminar ini menjadi bukti bahwa internet dan IoT tidak hanya untuk kota besar. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi juga bisa menjadi solusi untuk kemandirian energi dan pelestarian lingkungan di pedesaan.***
























