KABARFRESH.COM – Casmari, Kuwu (Kepala Desa) Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, menuai sorotan publik, karena aksinya tertangkap kamera saat “nyawer” DJ wanita di sebuah kelab malam (diskotek) beberapa waktu yang lalu.
Dalam unggahan video yang viral itu, terlihat seorang DJ wanita, diketahui namanya adalah Nathalie Holscher. Casmari yang pada waktu itu berada di kelab malam melemparkan sejumlah uang ke arah DJ hingga penonton.
Aksi sawer Casmari tersebut menuai beragam reaksi dan komentar warga hingga kritik.
Kuwu Casmari membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan, bahwa uang yang dipakai untuk sawer bukan dana desa, melainkan dari kantong pribadinya.
“Saya banyak usaha, dari dulu masyarakat juga tahu. Mobil saya sudah tiga, rumah juga ada beberapa. Saya nyawer pakai uang sendiri, bukan dana desa,” ucap Casmari kepada wartawan, dikutip Minggu (15/6).
Ia juga menegaskan, bahwa gajinya sebagai kepala desa tidak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi untuk membantu fakir miskin dan anak-anak yatim-piatu di desanya.
“Gaji kuwu saja saya bagikan ke anak-anak fakir miskin dan yatim piatu. Jadi kalau dibilang citra buruk, ya kembali ke sudut pandang masing-masing,” ucap Casmari.
Menurutnya, dari 412 desa di Cirebon, jika ada satu atau dua kepala desa yang sesekali mengadakan kegiatan hiburan itu adalah hal wajar, selama tidak menyalahgunakan wewenang atau menggunakan keuangan negara.
Masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan, Kuwu juga manusia yang butuh hiburan,” harapnya.***
Kejadian ini pun mendapat sorotan dan respon dari Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, yang viral dengan subutan KDM.
“Memang sebaiknya tidak dilakukan, dan saya sudah meminta kepala inspektorat, kepala badan pemberdayaan masyarakat desa Kabupaten Cirebon untuk melakukan pemeriksaan, pertama dari sisi etik, yang kedua dari sisi penggunaan uangnya, yang dipake nyawernya uang apa juga.” ujar Dedi dalam akun media sosialnya, dikutip Minggu (15/6)
Kalau inspektorat dan badan pemberdayaan masyarakat desa tidak melakukan itu, maka kami akan menunda bantuan keuangan gubernur untuk desa di Cirebon,” tegasnya.***
























